Membangun Iklim Sekolah yang Menumbuhkan Rasa Percaya Diri di SD Inpres Bontoa

Sekolah bukan hanya tempat untuk mentransfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuh bagi karakter dan kepercayaan diri anak. SD Inpres Bontoa, yang terletak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu contoh sekolah dasar yang terus berupaya menciptakan iklim positif demi menumbuhkan rasa percaya diri peserta didiknya. Iklim sekolah yang kondusif sangat penting dalam menunjang perkembangan emosional dan sosial anak, terlebih pada usia sekolah dasar yang merupakan masa pembentukan jati diri.

Lingkungan yang Aman dan Ramah Anak

Langkah pertama yang dilakukan SD Inpres Bontoa adalah membangun lingkungan yang aman, ramah, dan suportif. Setiap siswa di sekolah ini merasa dihargai, diterima, dan didengarkan. Guru dan staf sekolah menunjukkan sikap terbuka terhadap masukan, serta memperlakukan siswa dengan penuh empati. Hal ini membuat siswa merasa nyaman dalam mengungkapkan pendapat dan menunjukkan bakatnya tanpa takut salah atau dihakimi.

Penerapan program School-Wide Positive Behavior Support (SWPBS) secara sederhana telah membantu sekolah menanamkan nilai-nilai positif, seperti saling menghargai, disiplin, dan tanggung jawab. Guru memberikan penghargaan, bukan hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada perilaku positif, seperti membantu teman, berbicara sopan, dan menunjukkan inisiatif dalam kegiatan kelas. Penguatan positif seperti ini memberikan dorongan emosional kepada siswa dan membentuk rasa percaya diri secara perlahan namun konsisten.

Peran Guru sebagai Fasilitator dan Pembina Karakter

Guru di SD Inpres Bontoa tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga berperan sebagai pembimbing dan fasilitator perkembangan siswa. Melalui pendekatan pembelajaran yang partisipatif, siswa diajak aktif berdiskusi, bekerja kelompok, dan mempresentasikan hasil kerjanya. Kegiatan ini secara tidak langsung melatih keberanian dan keterampilan berbicara di depan umum.

Guru juga sering menggunakan metode ice breaking, permainan edukatif, dan kegiatan refleksi yang mendorong siswa untuk lebih terbuka dan mengenali potensi diri. Saat siswa menunjukkan ketertarikan atau bakat tertentu, guru akan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang, baik dalam kegiatan kelas maupun di luar kelas seperti lomba-lomba, pentas seni, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Dukungan Orang Tua dan Masyarakat

Kepercayaan diri anak tidak hanya tumbuh di sekolah, tetapi juga dari dukungan lingkungan sekitarnya. SD Inpres Bontoa aktif melibatkan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah, seperti kelas parenting, pertemuan rutin, dan kerja bakti bersama. Kolaborasi ini memperkuat rasa memiliki terhadap sekolah dan menciptakan sinergi antara pendidikan di rumah dan di sekolah.

Masyarakat sekitar juga turut serta dalam mendukung kegiatan sekolah. Misalnya, tokoh masyarakat diundang untuk menjadi pembicara dalam kegiatan motivasi, atau ikut terlibat dalam program «Sekolah Sehat» yang mengajarkan pentingnya kebersihan dan kesehatan pada anak-anak. Ketika anak merasa bahwa banyak orang percaya pada kemampuannya, maka rasa percaya diri pun semakin tumbuh.

https://www.sdinpresbontoa.net/ membuktikan bahwa dengan menciptakan iklim sekolah yang positif, hangat, dan suportif, rasa percaya diri siswa dapat tumbuh secara alami. Kepercayaan diri adalah fondasi penting bagi kesuksesan anak di masa depan. Dengan dukungan guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, sekolah ini berhasil menjadi ruang aman bagi siswa untuk berkembang — tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan sosial.

Model pendekatan seperti ini patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia, bahwa membangun kepercayaan diri siswa adalah investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang tangguh, mandiri, dan percaya akan potensi dirinya.